Perkuat Nilai Kematangan Inovasi SI BROW, UPT PATPH Ikuti Pendampingan Lanjutan dan Verifikasi Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026
SURABAYA — UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (PATPH) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur menghadiri Rapat Pendampingan Lanjutan dan Verifikasi Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026 di Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur, Kamis (13/08/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan guna menindaklanjuti Surat Plt. Kepala BRIDA Jawa Timur perihal optimalisasi pelaporan inovasi. Agenda strategis ini ditujukan untuk mematangkan kesiapan berkas Organisasi Perangkat Daerah dalam rangka mempertahankan predikat Jawa Timur sebagai Provinsi Terinovatif pada ajang Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026.
Mengusung Inovasi Unggulan Persemaian Ramah Lingkungan: SI BROW
Dalam ajang pelaporan inovasi tahun ini, UPT PATPH mengusung inovasi unggulannya yakni SI BROW (Seedling Brownies) yang dikembangkan di Kebun Lebo Sidoarjo dan dapat diakses melalui portal resmi puspalebo.id/sibrow. Inovasi yang sebelumnya telah meraih penghargaan KOVABLIK 2025 ini merupakan media tanam persemaian padat berbasis Go Green sebagai pengganti total polybag plastik.
SI BROW memadukan lima bahan organik pilihan yaitu tanah bawah bambu yang kaya mikoriza, cocopeat, pupuk organik, Trichoderma, serta PGPR. Keunggulan inovasi ini terbukti mampu menekan tingkat kematian bibit dari 30 persen menjadi di bawah 5 persen, mempercepat masa pindah tanam dari 7 hari menjadi 4 hari setelah semai, menghemat tenaga kerja dari 10 orang menjadi 2 orang, serta meningkatkan nilai kelayakan usaha atau R/C Ratio dari 1.05 menjadi 1.53. Hingga saat ini, keunggulan SI BROW tanpa residu plastik telah diadopsi oleh lebih dari 512 penerima manfaat di berbagai daerah seperti Lumajang, Bangkalan, dan Jember.
Dorong Target Kematangan Inovasi dan Manajemen Talenta
Analis Kebijakan Ahli Muda BRIDA Jawa Timur, Rosan Dastimi, S.Sos., M.M., dalam pembukaannya menegaskan bahwa setiap Organisasi Perangkat Daerah peserta mendapatkan pendampingan intensif dari tim BRIDA. Langkah ini diambil untuk memastikan keabsahan data pendukung sekaligus mendorong nilai kematangan setiap inovasi mencapai target minimal 90 sebelum batas akhir penginputan data pada 21 Agustus 2026.
Selain pemenuhan indikator IGA, penilaian inovasi tahun ini juga diintegrasikan dengan Manajemen Talenta ASN melalui sistem e Master BKD Provinsi Jawa Timur. Hasil validasi inovasi oleh BRIDA akan dikonversi menjadi bobot nilai kontribusi ASN yang berdampak langsung pada pemetaan profil talenta pegawai.
Penyempurnaan Dokumen dan Bukti Dukung Substantif
Dalam sesi verifikasi teknis UPT PATPH, Peneliti Ahli Muda BRIDA Jawa Timur, Slamet Hari Sutanto, S.Sos., M.A.P., memaparkan sejumlah poin krusial penyempurnaan substansi pelaporan inovasi SI BROW:
- Penyusunan Rancang Bangun: Dokumen rancang bangun wajib memuat kesesuaian dasar hukum, latar belakang masalah, korelasinya dengan Asta Cita Presiden, unsur kebaharuan (novelty), keunggulan, hingga analisis dampak sebelum dan sesudah penerapan inovasi.
- Standardisasi Bukti Bimbingan Teknis: Berbeda dengan tahun sebelumnya, bukti dukung bimbingan teknis tahun 2026 tidak hanya berupa surat undangan dan notula, tetapi wajib menyertakan sertifikat resmi yang mencantumkan Jam Pelajaran minimal dari dua orang peserta.
- Kelengkapan Dokumen Replikasi: Pelaksanaan replikasi inovasi perlu dilengkapi dengan Surat Kesediaan dari pihak penerima serta Surat Permohonan resmi dari UPT PATPH.
- Data Kemanfaatan dan Video Inovasi: Indikator dampak inovasi diukur melalui grafik tren capaian positif dalam laporan evaluasi penerima manfaat secara berkala. Selain itu, bukti operasional inovasi diperkuat dengan tautan video penerapan yang telah diunggah pada kanal YouTube resmi.
Melalui pendampingan ini, UPT PATPH berkomitmen melengkapi seluruh kelengkapan administrasi dan bukti dukung lapangan secara presisi guna mendukung terwujudnya tata kelola agribisnis berbasis inovasi yang berkelanjutan di Jawa Timur.


