Kembali ke Arsip BeritaUmum
18 Agustus 2026
Admin CAKRA
12 kali dibaca

MEMBACA TANAH KEBUN DAU: Sinergi Akademis dan Lapangan Ungkap Anatomi Kesuburan Lahan UPT PATPH

MEMBACA TANAH KEBUN DAU: Sinergi Akademis dan Lapangan Ungkap Anatomi Kesuburan Lahan UPT PATPH
Perbesar Foto
Dokumentasi Tambahan (2)
Dokumentasi 2
Dokumentasi 3

MALANG — Di balik hamparan tanaman bunga kol yang tumbuh hijau di Kebun Produksi Dau, Malang, tersimpan cerita panjang mengenai dinamika kesuburan dan karakteristik lahan yang selama ini tak kasatmata. Memahami tanah bukan sekadar melihat permukaan yang tenang, melainkan membaca arsip hidup yang tersusun dalam lapisan demi lapisan. Merespons kebutuhan akan tata kelola pertanian berbasis data yang presisi, UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (PATPH) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur menggelar pengamatan profil tanah (pedon) di Kebun Dau. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dan sinergi magang bersama mahasiswa Jurusan Tanah Universitas Brawijaya (UB) Malang serta Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur.


Potret Karakteristik Lahan: Antara Potensi Vulkanik dan Tantangan Keasaman

Pengamatan profil tanah dilakukan pada sebidang lahan tegalan datar (kemiringan 0–3%) di ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan hasil analisis morfologi, tanah Kebun Dau terbentuk dari bahan induk vulkanik seperti breksi gunungapi, tuf, lava, aglomerat, dan lahar. Dalam sistem klasifikasi internasional (USDA), tanah ini tergolong Humic Dystrudepts, sedangkan dalam Klasifikasi Tanah Nasional (KTN) dikenal sebagai Kambisol Distrik. Karakteristik ini menandakan bahwa tanah telah mengalami perkembangan lapisan yang jelas, namun memiliki kesuburan alami yang terbatas dan cenderung masam dengan tingkat pH berkisar antara 4 hingga 5. Meski memiliki tata air, drainase, dan permeabilitas pada kelas sedang serta tingkat erosi permukaan yang tergolong ringan, sifat keasaman tinggi ini menjadi faktor pembatas utama yang kerap memengaruhi ketersediaan unsur hara bagi tanaman.


Cerita Lapis demi Lapis: Dari Cokelat Dark Hingga Liat Padat

Melalui pembedahan profil tanah secara cermat bersama mahasiswa magang, terungkap struktur anatomi lapisan tanah Kebun Dau dari atas ke bawah:

  • Horizon Ap (Kedalaman 0–12 cm): Lapisan permukaan berwarna cokelat sangat gelap bertekstur liat berpasir. Lapisan ini sangat kaya akan pori-pori dan aktivitas akar, menjadikannya zona utama yang paling aktif menopang pertumbuhan awal tanaman.
  • Horizon AB (Kedalaman 12–65 cm): Merupakan zona peralihan yang masih berwarna gelap bertekstur liat berpasir, namun jumlah pori dan perambatan akar mulai berkurang.
  • Horizon Bw2 hingga Bw5 (Kedalaman 65–>144 cm): Memasuki lapisan bawah, tekstur tanah berubah menjadi liat dengan sifat sangat teguh, lekat, dan plastis. Pada kedalaman ini, tanah kian padat dan masam sehingga membatasi ruang jelajah akar tanaman.

Pesannya jelas, tanpa analisis kedalaman profil tanah, permukaan yang tampak subur dapat mengecoh strategi pengelolaan. Pemadatan dan keasaman di lapisan bawah merupakan tantangan nyata yang harus diantisipasi dalam jangka panjang.


Dari Data Lapangan Menuju Kebijakan Strategis

Kepala Seksi Produksi UPT PATPH Jawa Timur, Taufiq Mansur, S.TP., M.M., menegaskan bahwa data pedon hasil pengamatan ini tidak berhenti sebagai dokumen teknis belaka. Informasi ini menjadi aset pengetahuan strategis bagi UPT PATPH dalam menyusun arah kebijakan pertanian yang berkelanjutan, meliputi:

  1. Memahami Daya Dukung Lahan: Mengetahui batas kedalaman efektif akar untuk menentukan teknik pengolahan tanah dan komoditas yang tepat.
  2. Formulasi Pemupukan Presisi: Menggantikan kebiasaan lama dengan pendekatan ilmiah berbasis data pH untuk menetapkan pemupukan dan penanganan tanah masam yang lebih efektif.
  3. Efisiensi Perencanaan Budidaya: Meminimalkan risiko kegagalan panen dengan mengarahkan komoditas sesuai dengan potensi dan batas toleransi lahan.
  4. Keberlanjutan Fungsi Tanah: Menjaga kesehatan ekosistem tanah agar tidak mengalami penurunan kualitas akibat pemaksaan produksi yang berlebihan.

Sinergi Vokasi dan Edukasi Lapangan

Kegiatan yang melibatkan mahasiswa magang dari UB Malang dan UPN "Veteran" Jatim ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara dunia akademis dan praktisi birokrasi pertanian. Selain memberikan pengalaman merdeka belajar berbasis sains lapangan bagi mahasiswa, keterlibatan riset perguruan tinggi ini memperkuat validitas data ilmiah yang dibutuhkan instansi pemerintah. Membaca tanah secara jujur adalah fondasi utama menuju pertanian yang cerdas, terukur, dan berkelanjutan. Dengan memahami sifat dasar lahan Kebun Dau, UPT PATPH Jawa Timur terus berkomitmen menghadirkan rekomendasi teknis dan pengelolaan agribisnis yang kokoh demi masa depan kedaulatan pangan.


Penulis: Taufiq Mansur, S.TP., M.M. Jabatan: Kepala Seksi Produksi, UPT PATPH Jawa Timur Website:https://almansur.puspalebo.id


Publikasi Resmi UPT PATPH Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim
Bagikan via WhatsApp