Lebih dari Sekadar Budidaya: Kasi Produksi UPT PATPH Bekali Mahasiswa Magang Strategi Menghadapi Persaingan Global
SIDOARJO – Suasana berbeda tampak di Greenhouse 2006 UPT PATPH Sidoarjo pada Selasa (21/04). Di tengah hamparan lebih dari 4.000 tanaman Melon Golden Langkawi yang sedang dalam masa perawatan intensif, para mahasiswa magang mendapatkan sesi Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang sarat akan ilmu dan motivasi dari Kasi Produksi UPT PATPH, Bapak Taufiq Mansur.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada evaluasi teknis budidaya di lapangan, tetapi juga menjadi ajang sharing pengalaman dan strategi untuk menjadi lulusan yang unggul di era kompetisi global.
Membangun Kompetensi di Balik Manisnya Melon Golden
Sambil memantau populasi tanaman melon yang tumbuh subur, Bapak Taufiq Mansur memberikan arahan mengenai pentingnya ketelitian dalam kegiatan rutin di lapangan. Namun, beliau menekankan bahwa magang bukan sekadar menjalankan tugas teknis, melainkan kesempatan emas untuk membuka relasi dan memperkaya pengalaman kerja nyata.
"Era sekarang persaingannya semakin berat. Mahasiswa tidak boleh hanya aktif secara akademik, tetapi harus bisa memanfaatkan momen magang ini untuk membangun jaringan (networking) dan melihat bagaimana dunia kerja profesional beroperasi," ujar Bapak Taufiq di hadapan para mahasiswa.
Investasi pada Soft Skills: Bahasa Inggris dan Public Speaking
Dalam sesi diskusi yang hangat, Bapak Taufiq juga berbagi kisah sukses semasa kuliahnya. Beliau memberikan tips khusus agar mahasiswa dapat menjadi figur yang unggul. Dua poin utama yang beliau garis bawahi adalah penguasaan Bahasa Inggris dan kemampuan Public Speaking.
Menurut beliau, kemampuan berkomunikasi dan penguasaan bahasa internasional adalah kunci utama untuk menembus batas persaingan di masa depan. Beliau mendorong mahasiswa untuk tidak cepat berpuas diri dengan gelar sarjana nantinya.
Dorongan Upgrade Kompetensi ke Luar Negeri
Sebagai penutup arahan yang inspiratif, Bapak Taufiq Mansur menyarankan para mahasiswa untuk memiliki visi besar, termasuk melanjutkan studi S2 ke luar negeri. Hal ini dinilai penting untuk meng-upgrade kompetensi dan memperluas cakrawala berpikir mahasiswa agribisnis Indonesia agar mampu membawa inovasi baru di tanah air.
"Jangan takut bermimpi besar. Upgrade diri kalian setinggi mungkin. Manfaatkan setiap detik di UPT PATPH ini untuk belajar, bertanya, dan mencari pengalaman sebanyak-banyaknya," pungkasnya.
Kegiatan monev di Greenhouse 2006 ini meninggalkan kesan mendalam bagi para mahasiswa, memberikan gambaran nyata bahwa untuk sukses di sektor agribisnis, diperlukan kombinasi antara keahlian teknis lapangan yang mumpuni dan soft skills yang kuat.

