Kembali ke Arsip BeritaUmum
10 Maret 2026
Admin CAKRA
24 kali dibaca

Profesor Jepang dan Dosen ITTS Jajaki Kerjasama Riset Swarm Drone untuk Pertanian Cerdas di Sidoarjo

Profesor Jepang dan Dosen ITTS Jajaki Kerjasama Riset Swarm Drone untuk Pertanian Cerdas di Sidoarjo
Perbesar Foto
Dokumentasi Tambahan (2)
Dokumentasi 2
Dokumentasi 3

Ini dia artikelnya, silakan di-copy:

Profesor Jepang dan Dosen ITTS Jajaki Kerjasama Riset Swarm Drone untuk Pertanian Cerdas di Sidoarjo

Sidoarjo, 6 Maret 2026 — Upaya modernisasi sektor pertanian di Jawa Timur mendapat angin segar. Profesor Victor V. Kryssanov, Ph.D., akademisi asal Ritsumeikan University, Jepang, yang menjabat sebagai Head of Global Innovation Laboratory bertajuk "ICT for Human Enhancement", bersama tim dosen dari Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS), melakukan kunjungan ke UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPT PATPH) di Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, pada Kamis (6/3/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki kerjasama penelitian di bidang teknologi swarm drone yang akan diaplikasikan pada lingkungan pertanian green house, khususnya pada budidaya tanaman melon yang menjadi unggulan UPT PATPH.

Mengenal UPT PATPH: Pusat Inovasi Hortikultura Jawa Timur

UPT PATPH merupakan unit pelaksana teknis di bawah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur yang bertugas melaksanakan studi, kajian, dan pengembangan agribisnis tanaman pangan dan hortikultura. Terletak di Desa Lebo, Sidoarjo, UPT ini dikenal sebagai pusat pengembangan budidaya melon Golden Langkawi yang telah menjadi produk unggulan daerah.

Fasilitas green house yang dimiliki UPT PATPH menjadikannya lokasi ideal untuk uji coba teknologi swarm drone dalam lingkungan pertanian terkendali (indoor farming). Dengan sistem budidaya yang sudah terstandarisasi dan mengacu pada standar keamanan pangan (SOP/GAP), fasilitas ini menawarkan ekosistem sempurna bagi pengembangan riset pertanian berbasis teknologi tinggi.

Apa Itu Swarm Drone?

Swarm drone atau kawanan drone adalah sekumpulan pesawat tanpa awak (UAV) yang bekerja secara terkoordinasi sebagai satu sistem cerdas. Berbeda dengan operasi drone tunggal konvensional, teknologi swarm memungkinkan beberapa drone untuk saling berkomunikasi, mendistribusikan tugas secara efisien, dan mencakup area pertanian yang luas dalam waktu yang jauh lebih singkat.

Konsep ini terinspirasi dari perilaku kolektif yang ditemukan di alam, seperti koloni lebah atau gerombolan burung, di mana setiap individu mengikuti aturan sederhana tetapi secara kolektif mampu menjalankan operasi yang kompleks. Dalam konteks pertanian, teknologi ini memungkinkan armada 5 hingga 50 drone bekerja secara simultan untuk memantau, menganalisis, dan merawat lahan pertanian dalam satu misi terkoordinasi.

Mengapa Swarm Drone Relevan untuk Pertanian?

Penerapan swarm drone di sektor pertanian menawarkan sejumlah keunggulan signifikan dibandingkan metode konvensional maupun operasi drone tunggal:

Efisiensi Waktu dan Tenaga Kerja yang Revolusioner. Dalam skala besar, teknologi swarm mampu memangkas waktu pemindaian lahan secara drastis. Beberapa drone yang bekerja bersamaan dapat menyelesaikan pekerjaan yang biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu menjadi hanya hitungan jam. Hal ini juga menekan biaya operasional tenaga kerja hingga 20–30 persen.

Pemantauan Presisi Multi-Perspektif. Setiap drone dalam kawanan dapat dilengkapi kamera multispektral dan sensor lingkungan yang terintegrasi dengan sistem Internet of Things (IoT). Data yang dikumpulkan secara simultan dari berbagai ketinggian dan sudut memungkinkan deteksi penyakit tanaman dengan tingkat akurasi 35–40 persen lebih tinggi dibandingkan pemantauan drone tunggal.

Ketahanan Sistem (Redundancy). Jika satu drone mengalami gangguan atau kehabisan baterai, unit lainnya secara otomatis mendistribusikan ulang beban kerja dan melanjutkan operasi. Kemampuan ini mengurangi waktu henti (downtime) hingga 90 persen dibandingkan sistem drone tunggal.

Pengambilan Keputusan Berbasis Data. Seluruh data lapangan dikirim secara real-time ke komputer pusat untuk dianalisis menggunakan model kecerdasan buatan (AI). Hasil analisis ini membantu petani atau operator membuat keputusan yang cepat, akurat, dan berbasis data sehingga produktivitas serta kualitas tanaman dapat ditingkatkan.

Spesialisasi Fungsi. Dalam satu kawanan, drone yang berbeda dapat menjalankan fungsi khusus secara bersamaan — misalnya satu drone memantau kesehatan tanaman sementara drone lain melakukan penyemprotan nutrisi pada area yang membutuhkan. Spesialisasi ini meningkatkan efektivitas operasi tanpa perlu pergantian peralatan.

Mengapa Swarm Drone Sedang Berkembang Pesat?

Beberapa faktor mendorong pesatnya perkembangan teknologi swarm drone di sektor pertanian saat ini.

Pertama, kemajuan dalam kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin telah meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan dan penghindaran rintangan secara otonom. Kedua, teknologi komunikasi berkecepatan tinggi seperti jaringan 5G dan 6G memungkinkan pertukaran data secara real-time antar-drone yang semakin handal.

Dari sisi regulasi, pemerintah di berbagai negara mulai membuka jalan bagi adopsi teknologi ini. Di Amerika Serikat, misalnya, Federal Aviation Administration (FAA) telah memberikan persetujuan bagi operasi kawanan drone berat untuk keperluan pertanian, memungkinkan satu operator mengendalikan tiga drone sekaligus — sebuah langkah yang secara signifikan meningkatkan produktivitas.

Di Indonesia sendiri, perkembangan ini juga mulai terlihat. Peneliti dari IPB University baru-baru ini mengembangkan teknologi swarm drone untuk indoor farming guna mendukung pertanian cerdas yang lebih efisien dan presisi. Langkah serupa kini diinisiasi melalui kerjasama antara Ritsumeikan University dan ITTS di UPT PATPH Sidoarjo.

Selain itu, model bisnis baru seperti Drone-as-a-Service (DaaS) berpotensi mendemokratisasi akses teknologi drone bagi petani skala kecil dan menengah yang selama ini terkendala biaya investasi awal yang tinggi.

Sinergi Internasional untuk Pertanian Indonesia

Kunjungan Prof. Kryssanov bersama dosen ITTS ke UPT PATPH menandai langkah strategis dalam mempertemukan keahlian riset internasional di bidang ICT dan robotika dengan potensi pertanian lokal Jawa Timur.

Ritsumeikan University, yang berlokasi di Kusatsu, Prefektur Shiga, Jepang, dikenal sebagai institusi yang kuat dalam riset teknologi informasi dan komunikasi. Global Innovation Laboratory yang dipimpin Prof. Kryssanov memiliki fokus pada pemanfaatan ICT untuk peningkatan kualitas hidup manusia — sebuah visi yang sejalan dengan upaya modernisasi pertanian Indonesia.

Sementara itu, ITTS sebagai perguruan tinggi berbasis ICT yang berfokus pada maritim, transportasi, dan logistik, membawa kompetensi di bidang teknik elektro, telekomunikasi, dan sistem informasi yang sangat relevan dengan pengembangan sistem drone cerdas.

Kolaborasi tiga pihak ini — akademisi internasional, perguruan tinggi teknologi nasional, dan fasilitas pertanian daerah — diharapkan dapat menghasilkan prototipe dan model implementasi swarm drone yang sesuai dengan kondisi pertanian Indonesia, khususnya untuk aplikasi dalam lingkungan green house.

Prospek ke Depan

Rencana kerjasama penelitian ini membuka peluang besar bagi pengembangan pertanian presisi di Indonesia. Dengan memanfaatkan fasilitas green house melon di UPT PATPH sebagai laboratorium hidup (living lab), para peneliti dapat menguji efektivitas teknologi swarm drone dalam pemantauan kondisi tanaman, pengelolaan nutrisi, deteksi dini hama dan penyakit, serta optimalisasi hasil panen.

Ke depan, teknologi ini diproyeksikan tidak hanya meningkatkan efisiensi pertanian modern, tetapi juga mendukung praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan teknologi berbasis data.

Kerjasama lintas negara dan lintas institusi seperti ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi pertanian masa depan Indonesia akan dibangun di atas fondasi kolaborasi global dan teknologi canggih. (top_x)


Penulis: taufiq al mansur


Publikasi Resmi UPT PATPH Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim
Bagikan via WhatsApp